Minggu, 20 Januari 2019

Sumber Daya Manusia


1.      Pengrajin Batik

Di Desa ngenep kecamatan karangploso terdapat seorang pengrajin batik yang bernama bu dewi. Beliau satu-satunya pengrajin batik yang terdapat di desa ngenep. Beliau mengatakan bahwa ilmu membatik yang beliau miliki adalah hasil dari pelatihan UMKM di kabupaten malang. Beliau sering mengikuti pameran batik se Malang raya. Beliau pernah memenangkan juara harapan 1 di ajang pameran batik tingkat kabupaten Malang. Beliau sekarang menjadi pelopor pengrajin batik di desa ngenep ini. Beliau mengajak tetangga dan perkumpulan ibu-ibu PKK untuk ikut dalam pembuatan batik. Beliau juga mengatakan bahwa ciri khas motif batik di desa ini adalah buah dan daun papaya. Untuk satu kain batik ukuran 3x2 meter beliau membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 1 minggu. Dalam pembuatan batik tersebut membutuhkan bahan-bahan seperti kain katun, malam, lilin, pewarna tekstil. Sedangkan alat yang digunakan adalah canting, kompor kecil, dan kuali kecil. Untuk harga per kain batik sekitar 250 – 350 ribu tergantung tingkat kesulitan motif yang dipesan konsumen. Dalam pemasarannya hanya dilingkup teman dan kerabatnya saja.
2.   
          Pengrajin kain perca





Di desa ngenep kecamatan Karangploso kabupaten malang terdapat home industri yang terbuat dari kain perca yang tidak lagi dimanfaatkan yang berada di dusun Genitri ,pemiliknya bernama ibu Anis beliau berkecimpung di dunia kerajinan kain perca selama kurang lebih 18 tahun.Adapun beberapa produk nya yaitu pouch,tas,gantungan kunci,dompet, tote bag,perlengkapan tidur .Adapun untuk harga  tote bag nya berkisar 100-170 ribu rupiah, sedangkan pouch dari kisaran harga 70-100 ribu  rupiah. Sedangkan untuk perlengkapan tidur satu set nya bisa mencapai 900 ribu rupiah. Untuk pemasarannya ada beberapa produk yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang pemasarannya sampai pasar luar negeri seperti singapura  Malaysia dan Thailand. Selain menerima pemesanan ibu anis juga menerima pelatihan kerajinan sebagai pemateri.

3.      Pembuatan Vas Bunga


Di desa ngenep ini terdapat sebuah home industry yang bisa dikatakan langka di daerah-daerah lain, karena bahan pembuatan vas bunga ini menggunakan bahan resin, talex, matte, catalis, cat pewarna. Beliau yang berkecimpung dalam industry ini bernama bapak bambang. Beliau salah satu pengrajin kecil-kecilan dalam industry ini, karena di tempat lain juga terdapat kerajinan ini yang lebih besar lingkupnya. Harga yang dipasarkan beliau berkisar 600 – 2.000.000 tergantung besarnya ukuran dan tingkat kesulitan bentuk. Vas bunga hasil produksi bapak bambang ini digunakan untuk dekorasi di tempat pernikahan dan prasmanan suatu acara. Beliau juga mengatakan bahwa produknya ini dipasarkan hingga ke luar jawa. Untuk pembuatan satu produk vas bunga ini membutuhkan waktu sekitar 1 hari saja tergantung cuaca, karena dalam proses pembuatannya sangat membutuhkan sinar matahari.
4.      Budidaya Jamur tiram
Di desa ngenep tepatnya berada di dusun babakan terdapat tempat budidaya jamur tiram. Masyarakat sekitar sering menyebutnya “pabrik jamur”. Pemilik dari pabrik jamur ini adalah bapak solihin. Beliau mendirikan pabrik ini sejak 2009. Untuk pemasarannya sendiri, beliau memasarkan di pasar-pasar desa seluruh kecamatan karangploso dan sekitarnya. Budidaya jamur ini merupakan satu-satunya yang terdapat di desa ngenep. Biaya budidaya yang harus dikeluarkan bapak solihin untuk memanen jamur berkisar 2000 per media tumbuh jamurnya (backlog). Sedangkan untuk harga pemasarannya yaitu 10 ribu per kilo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biografi Desa

PROFIL DESA NGENEP      Malang merupakan salah satu kota besar di Provinsi Jawa Timur, tepatnya menenmpati urutan kedua setelah Suraba...