Di Desa ngenep kecamatan karangploso terdapat
seorang pengrajin batik yang bernama bu dewi. Beliau satu-satunya pengrajin
batik yang terdapat di desa ngenep. Beliau mengatakan bahwa ilmu membatik yang
beliau miliki adalah hasil dari pelatihan UMKM di kabupaten malang. Beliau
sering mengikuti pameran batik se Malang raya. Beliau pernah memenangkan juara
harapan 1 di ajang pameran batik tingkat kabupaten Malang. Beliau sekarang
menjadi pelopor pengrajin batik di desa ngenep ini. Beliau mengajak tetangga
dan perkumpulan ibu-ibu PKK untuk ikut dalam pembuatan batik. Beliau juga
mengatakan bahwa ciri khas motif batik di desa ini adalah buah dan daun papaya.
Untuk satu kain batik ukuran 3x2 meter beliau membutuhkan waktu pengerjaan
sekitar 1 minggu. Dalam pembuatan batik tersebut membutuhkan bahan-bahan
seperti kain katun, malam, lilin, pewarna tekstil. Sedangkan alat yang
digunakan adalah canting, kompor kecil, dan kuali kecil. Untuk harga per kain
batik sekitar 250 – 350 ribu tergantung tingkat kesulitan motif yang dipesan
konsumen. Dalam pemasarannya hanya dilingkup teman dan kerabatnya saja.
Di desa ngenep kecamatan Karangploso kabupaten
malang terdapat home industri yang terbuat dari kain perca yang tidak lagi
dimanfaatkan yang berada di dusun Genitri ,pemiliknya bernama ibu Anis beliau
berkecimpung di dunia kerajinan kain perca selama kurang lebih 18 tahun.Adapun
beberapa produk nya yaitu pouch,tas,gantungan
kunci,dompet, tote bag,perlengkapan tidur .Adapun untuk harga tote bag nya berkisar 100-170 ribu rupiah,
sedangkan pouch dari kisaran harga 70-100 ribu
rupiah. Sedangkan untuk perlengkapan tidur satu set nya bisa mencapai
900 ribu rupiah. Untuk pemasarannya ada beberapa produk yang bekerja sama
dengan beberapa perusahaan yang pemasarannya sampai pasar luar negeri seperti
singapura Malaysia dan Thailand. Selain
menerima pemesanan ibu anis juga menerima pelatihan kerajinan sebagai pemateri.
Di desa ngenep ini terdapat sebuah home industry yang bisa dikatakan langka di daerah-daerah lain, karena bahan pembuatan vas bunga ini menggunakan bahan resin, talex, matte, catalis, cat pewarna. Beliau yang berkecimpung dalam industry ini bernama bapak bambang. Beliau salah satu pengrajin kecil-kecilan dalam industry ini, karena di tempat lain juga terdapat kerajinan ini yang lebih besar lingkupnya. Harga yang dipasarkan beliau berkisar 600 – 2.000.000 tergantung besarnya ukuran dan tingkat kesulitan bentuk. Vas bunga hasil produksi bapak bambang ini digunakan untuk dekorasi di tempat pernikahan dan prasmanan suatu acara. Beliau juga mengatakan bahwa produknya ini dipasarkan hingga ke luar jawa. Untuk pembuatan satu produk vas bunga ini membutuhkan waktu sekitar 1 hari saja tergantung cuaca, karena dalam proses pembuatannya sangat membutuhkan sinar matahari.
4.
Budidaya
Jamur tiram
Di desa ngenep tepatnya berada di dusun babakan
terdapat tempat budidaya jamur tiram. Masyarakat sekitar sering menyebutnya
“pabrik jamur”. Pemilik dari pabrik jamur ini adalah bapak solihin. Beliau
mendirikan pabrik ini sejak 2009. Untuk pemasarannya sendiri, beliau memasarkan
di pasar-pasar desa seluruh kecamatan karangploso dan sekitarnya. Budidaya
jamur ini merupakan satu-satunya yang terdapat di desa ngenep. Biaya budidaya
yang harus dikeluarkan bapak solihin untuk memanen jamur berkisar 2000 per
media tumbuh jamurnya (backlog). Sedangkan untuk harga pemasarannya yaitu 10
ribu per kilo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar